cerita Inspirasi : 2

Posted by: halim.harjo10 in Academic No Comments »

Temanku bernama Binanita, dia adalah seorang gadis yang sangat tangguh. Aku mengenalnya semenjak kelas 1 SMA, aku sekelas dengannya. Selama dikelas dia termasuk anak yang pandai, dan juga aktif. Walaupun dia anak yang pandai tetapi jarang ada anak yang mau dekat dengan dirinya, mungkin karena dia anak dari orang yang kurang mampu, dia hanya anak seorang petani yang tinggal di pesisir pantai.

Dia selalu berangkat sekolah lebih pagi dibanding anak yang lainya, karena jarak dari rumahnya ke sekolah cukup jauh, kurang lebih 16 km. Dia menempuh jarak tersebut hanya dengan menggunakan sepeda, karena itu dia memerlukan waktu kurang lebih 45 menit untuk sampai ke sekolah.

Di sekolah dia aktif dalam mengikuti kegiatan ekstrakulikuler, terutama kegiatan ekstrakulikuler Pramuka. Selain itu dia juga mengikuti kegiatan ekstrakulikuler Kelompok Imiah Remaja. Dalam kegiatan pramuka dia menjadi salah seorang pembantu Pembina,yang bertugas untuk membantu adik kelas yang mengikuti ekstrakuler pramuka untuk mempelajari pramuka.

Prestasi akademiknya di kelas juga cukup membanggakan, setiap taun dia selalu masuk dalam deretan 10 besar di kelasnya. Meskipun begitu dia tidak sombong, tidak seperti anak pintar lainnya, yang hanya pintar untuk dirinya sendiri. Dia juga mengajari temannya yang kesulitan dalam belajar, dia mengajarkan semua yang dia ketahui.

Selain pintar, dia terasuk gadis yang sangat unik. Dia mempunyai kebiasaan menyanyikan lagu melayu klasik tahun 90an. Meskipun banyak band dan penyanyi yang menyanyikan lagu baru yang bernuansa melayu, tapi dia tetap suka menyanyikan lagu melayu klasik. Semoga kisah tentang temanku ini dapat menginspirasikan kita untuk tidak sombong dan mau saling berbagi dengan yang lain.

Cerita Inspirasi : 1

Posted by: halim.harjo10 in Academic No Comments »

Aku adalah anak kedua dari dua bersodara, sekarang ibuku seorang guru Pegawai Negri Sipil, dan kakakku seorang mahasiswa dari sebuah perguruan tinggi milik pemerintah, sementara ayahku sudah meninggal semenjak aku berumur dua tahun.

Dahulu hidupku serba kecukupan, waktu itu ayahku masih bekerja, namun semenjak ayahku terkena PHK dia mulai sakit hingga sakitnya menjadi parah. Ayahku menderita tumor yang bersarang di perutnya, tidak sedikit biaya yang keluargaku keluarkan untuk pengobatan ayahku, kedua motor yang kami milikipun kami jual. Namun Tuhan berkendak lain, setelah ayahku dioperasi pengangkatan tumor, kondisi tubuh ayahku makin melemah dan akhirnya dia meninggal dunia.

Dalam keadaan seperti itu ibuku harus tetap tegar untuk mengasuh aku dan kakakku yang masih kecil. Ibuku memutuskan untuk pindah desa dan meninggalkan rumah kami di kota. Akupun tumbuh menjadi seorang anak pedesaan yang jauh dari perkotaan, namun ibuku selalu mengajariku untuk hidup maju. Aku selalu berusaha keras agar aku bisa mendapat apa yang aku inginkan dengan tanganku sendiri.

Mulai aku SD, aku termasuk anak yang pintar. Aku selalu masuk dalam 3 besar dikelasku. Karena adanya diskriminasi sosial, aku yang anak kurang mampu tidak bisa berprestasi, hanya anak orang kaya yang bisa berprestasi. Awal aku masuk kelas V, di pindah ke SD lain. Di SD baruku aku bisa berprasti dengan baik, banyak perlombaan yang berhasil aku menangkan.

Setelah SD aku melanjutkan pendidikan di SMP terfaforit di kotaku, dengan modal nilai yang cukup bagus dan beberapa piagam penghargaan aku berhasil masuk SMP tersebut. Jarak dari rumahku ke sekolahku cukup jauh sekitar 10 km, karna keterbatasan fasilitas yang ada aku menempuh jarak tersebut hanya dengan sepeda.

Pertama kali aku memasuki SMP baruku aku sempat kurang percaya diri karena hampir semua murid yang diterima di situ adalah anak orang kaya. Aku hanyalah anak orang yang kurang mampu yang mencoba bersaing dengan semua anak yang berprestasi di kotaku dan anak orang yang serba kecukupan. Awal aku belajar aku jauh tertinggal dari murid yang berasal dari SD yang berada di kota, sehingga nilaiku sempat jelek, namun lambat laun akupun mulai bisa menyesuaikan diri. Nilaiku mulai membaik dan akupun mulai banyak bergaul dengan murid lainnya.

Setelah bersekolah di SMP faforit aku ingin meneruskan di SMA faforit di kotaku, namun nilai UANku mencukupi untuk bias diterima di SMA tersebut. Kemudian aku melanjutkan di SMA yang cukup bagus, yang jaraknya lebih jauh dari SMPku.

Sama seperti waktu SMP, waktu SMApun aku tetap menggunakan sepedaku untuk bersekolah. Hampir setengah murid yang diterima di SMA itu adalah teman SMPku, namun tidak seperti SMPku, di SMA aku banyak menjumpai murid yang berasal dari desa. Waktu semester pertama aku bisa berprestai karena hampir semua materi yang diajarkan sudah aku kuasai sejak SMP. Namun disemester berikutnya dengan sistem belajar yang sangat berbeda dari SMPku juga dengan adany persaingan yang tidak sehat prestasiku terus menurun. Namun aku tetap menjag agar nilaiku tidak semakin turun.

Diwaktu aku kelas 3 aku mencoba mendaftar di salah satu perguruan tinggi faforit yaitu di IPB, dengan nilai yang aku miliki akhirnya aku dapat diterima di IPB. Ternyata dengan usaha yang keras kita mampu mendapatkan apa yang kita inginkan, semoga sedikit critaku ini dapat menginspirasikan anda.

Pelatihan TI

Posted by: halim.harjo10 in Academic No Comments »

di Cyber Padi